Google Play Mem-PHK Aplikasi "Make Me Asian"

Setelah diprotes aktivis Asia-Amerika dan dihadapkan dengan petisi ribuan orang, toko online aplikasi untuk Android, Google Play menghapus aplikasi Make Me Asian dari tokonya. Aplikasi tersebut, berikut 2 aplikasi sejenis lainnya dinilai menghina stereotip tertentu.

Google Play Mem-PHK Aplikasi Make Me Asian
Make Me Asian

Mulai hari Kamis (17/1), aplikasi-aplikasi tersebut, yakni Make Me Asian, Make Me Fat, dan Make Me (American) Indian tak lagi bisa didapatkan di Google Play.

Sebelum dihapus, aplikasi Make Me Asiandideskripsikan dengan "aplikasi yang bisa mengubah tampilan seseorang menjadi seperti orang China, Jepang, Korea, maupun warga Asia lain". Penggunanya bisa menambahkan fitur-fitur tertentu --yang dinilai berbau Asia-- pada fotonya, misal; menambahkan topi caping ala petani China, kumis Fu Manchu, kulit kuning, dan sebagainya.

Lebih dari 8.500 orang menandatangani petisi di situs sosial Change.org untuk meminta Google menghapus aplikasi tersebut. Petisi itu terpicu setelah seorang blogger yang menamakan dirinya Angry Asian Man di bulan November lalu menyuarakan keberatannya atas aplikasi tersebut. Sang blogger menyebut aplikasi tersebut sangat berbau rasis.

Peter Chin, seorang pastor asal Washington, AS, adalah orang yang memula gerakan tanda tangan petisi di Change.org. Ia mengkhawatirkan dampak dari aplikasi tadi. Menurut Chin, hal-hal semacam ini bisa disalahartikan dan mengakibatkan pandangan stereotip yang salah di mata banyak orang muda.

"Saya paham bila banyak orang masih menggunakan karakterisasi tertentu [terhadap ras-ras tertentu], tetapi saya merasa tidak nyaman bila hal-hal itu dikedepankan di ruang publik. Saya rasa, stereotip semacam itu bisa menghambat kemajuan akan kehadiran masyarakat Asia-Amerika di AS," kata Chin, seperti dikutip dari Asiaone, Jumat (19/1).

Karakteristik fisik dan hal-hal tertentu, seperti mengaitkan masyarakat Asia dengan profesi atau ciri fisik tertentu berpotensi menjadi hal yang berkesan merendahkan dan menyakiti orang Asia, malah menjadi celah untuk terjadinya kesenjangan sosial.

Para aktivis Asia-Amerika sejak lama secara aktif menyuarakan agar tak ada lagi diskriminasi ataupun dianggap sebagai orang asing, karena pada dasarnya, sudah ada banyak ras Asia yang tinggal di AS secara turun temurun.

Google belum memberi respon. Chin pun belum diberitahu pihak Google tentang sudah dihapusnya aplikasi tersebut.
pasang iklan banner
 
InnOnet © Copyright 2011-2015 Notifikasiku. All Rights Reserved.
Bloggers.com Kisah Unik Dibalik Berita Kisah Unik Dibalik Berita blog search directory
blog linksLocal blog Kisah Unik Dibalik Beritablog directory