Singa Kabur ini Berhasil Dijebak Didalam Mobil

Seorang warga di Kuwait berhasil menjebak seekor singa yang kabur di kursi belakang mobilnya. Singa ini sebelumnya berkeliaran di pasar wilayah Bayan di Ibukota Kuwait City, membuat takut warga sekitar.



Diberitakan Reuters, singa yang terjebak ini terekam kamera warga sekitar. Tidak dijelaskan bagaimana singa ini bisa terjebak di dalamnya. Dalam rekaman, singa itu terlihat kebingungan, tidak bisa kemana-mana dalam mobil.

Kemudian, singa dewasa ini dipindahkan, ke bangku belakang mobil polisi. "Orang ini duduk di dalam mobil dengan singa itu, dan situasinya menjadi sangat berbahaya sehingga polisi dipanggil," kata seorang polisi.

Saat ini, polisi tengah mencari pemilik singa itu yang dianggap telah lalai. Diyakini, pemiliknya adalah orang kaya yang memang kerap memelihara binatang besar eksotis sebagai simbol kemakmuran.

Ini bukan kali pertama insiden serupa terjadi di Timur Tengah. Maret tahun lalu, seekor cheetah yang dipelihara warga kaya di Al Yahar North dekat Al Ain, lepas dari kandangnya. Kejadian serupa terjadi pada Mei 2011 di permukiman Al-Karamah, Abu Dhabi. Pada Desembet 2010, kucing besar ini membuat panik jalanan kota Sharjah.
pasang iklan banner

Rusia Punya Gua Unik Buat Pengunjung Terkagum-Kagum

Orang-orang dibuat bingung dengan sebuah gua di Kamchatka, Rusia. Ini adalah gua es yang diukir alami oleh sungai air panas. Es yang menempel di langit-langit gua mengeluarkan pendar cahaya seperti magis.



Tidak ada stalaktit atau stalakmit di gua ini. Akan tetapi, langit-langit gua di Kamchatka, Rusia ini terbentuk dari gletser yang membeku. Percaya atau tidak, langit gua ini lebih terlihat seperti air mengalir. Ajaib!

Dari langit-langit gua ini, terlihat cahaya warna-warni yang tembus ke dalam gua. Lagi-langit gua ini pun memperlihatkan aliran air di bawah bebatuan gletser yang terlihat terang dari kejauhan. Alhasil, saat memasuki gua ini seolah seperti berada di dalam dunia dongeng.

Foto-foto yang menakjubkan pun bisa tercipta dari dalam gua ini. Ya, gua ini terukir dari bebatuan dan es. Sungguh mengagumkan terlebih destinasi cukup jauh untuk dijangkau oleh wisatawan.

Dilansir dari situs Mail Online, gua es ini diukir secara alamai oleh air panas gunung berapi yang melewati gletser dari Kamchatka. Keajaiban ini pun tertangkap kamera oleh pemandu wisata setempat sekaligus fotografer, Denis Budkov, seorang fotografer asal Chelyabinsk, Natalia Balentsova, serta traveler lainnya di bagian timur semenanjung Rusia, Siberia.

Secara tidak sengaja saat ekspedisi di dekat gunung berapi Mutnovsky, para petualang ini menemukan gua ajaib tersebut. Lokasinya sekitar 45 km di sebelah selatan dari Petropavlovsk, Kamchatsky.

Cahaya berwarna ungu, biru, hijau, dan kuning terlihat jelas. Ini bukanlah hasil dari manipulasi komputer, melainkan bias dari sinar matahari yang menerobos gletser. Gletser yang ada di gua ini juga berasal dari sumber air panas Gunung Mutnovsky.

"Gunung Mutnovsky adalah jantung Kamchatka. Anda dapat merasakan ketika bumi bergerak di bawah kaki Anda," kata Budkov.

Budkov juga menceritakan, kalau mereka secara kebetulan menemukan gua tersebut pada bulan September 2012 lalu. Saat itu dirinya bersama beberapa fotografer sedang jalan-jalan melihat musim semi. Selanjutnya, mereka melihat sebuah lubang dan masuk. Ternyata, lubang tersebut merupakan gua yang luar biasa.

Salah satu foto-fotonya yang dijuluki 'Treasures of the Dwarf' memenangkan kompetisi Russian Wild Nature tahun lalu. Balentsova pun berkata, "Di luar gletser itu sangat kotor dan berwarna abu-abu. Tapi di dalam, semuanya terlihat berbeda."

"Bahkan saya, menjadi pemandu yang berpengalaman, tidak tahu tentang gua ini bila melewati jalur pada umumnya. Sangat mustahil bisa sampai ke sana dengan ketebalan salju yang bermeter-meter," tambah Budkov.

Akan tetapi, Budkov tidak mengetahui apakah gua itu akan mencair atau tidak selama musim panas. Bila ada traveler yang ingin melihat gua ajaib ini harus menunggu sampai tahun depan. Wah!



pasang iklan banner

Kisah Hidup Mas Ono dari Office Boy Jadi Milliarder

Kisah perjalanan hidup A Pramono (34) mirip cerita sinetron. Belasan tahun lalu, ketika pria kelahiran Madiun ini mengadu nasib ke Ibu Kota Jakarta, ia memulainya dengan menjadi office boy di sebuah perusahaan swasta. Lalu ia beralih menjadi pedagang ayam bakar di pinggir jalan. Ternyata sukses. Kini Pramono sudah menjadi miliarder yang memiliki banyak usaha. Siapa yang tidak ngiler?



Ayah satu anak yang akrab dipanggil Mas Mono ini buru buru menambahkan bahwa sukses bisa diraihnya setelah melewati proses yang cukup panjang. la meyakini, dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang instan. Artinya, kalau ingin sukses mesti lewat perjuangan.

“Orang tidak tahu dan mungkin tidak mau tahu, ketika memulai usaha ini saya harus ke pasar jam tiga dinihari. Jam empat subuh sudah menyalakan kompor, ketika kebanyakan orang masih tidur,” ujar Pramono.

Awalnya, suami Nunung ini berjualan ayam bakar di pinggir Jalan Soepomo, Jakarta Selatan, persisnya di seberang Universitas Sahid. Di tempat itu, setiap hari-kecuali hari libur dia menggelar tenda, bangku dan meja untuk berdagang.

Dengan memakai kaus, celana gombrang dan sandal jepit, dia setia melayani pembeli yang datang dari pagi sampai pukul 14.00. Sebagian pembelinya adalah mahasiswa dan orang kantoran yang bekerja di wilayah tersebut.

“Tapi ya namanya dagang kaki lima, ada gilirannya. Saya dagang dari pagi sampai siang. Dagangan habis nggak habis saya harus tutup. Lalu, jam 14.00 diganti pedagang lain yang menjual nasi goreng, pecel lele dan seafood,” tutur Pramono sambil memperlihatkan foto lamanya di laptop.

Pria yang menamatkan S3 (maksudnya tamat SD, SMP, SMA) di Madiun ini belakangan akrab dengan laptop karena dia menjadi salah seorang mentor nasional dari Entrepreneur University (EU). Foto-foto lamanya itu menjadi salah satu bahan presentasinya ketika membawakan materi tentang wirausaha.

Menurut Pramono, sejak dulu dia suka fotografi tapi hanya sebatas hobi. Bukan karena dia tahu akari sukses. Jika diamati, foto Pramono saat masih berjualan di pinggir jalan dan saat ditemui Warta Kota beberapa hari lalu, memang berbeda jauh. Dulu dia terlihat kurus, sekarang tampak macho dan keren.

“Ya, bedalah Mas. Dulu tidak terawat, sekarang terawat. Dulu nggak punya tabungan,sekarang tabungan banyak di bank,” ujarnya sambil menunjukkan tabungannya yang pernah mencapai persis Rp 1 miliar.

Salah satu kebiasaan positif yang dimiliki Pramono dan sangat memberi inspirasi adalah kesenangannya belajar sesuatu yang baru untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Tahun 1999, ketika menjadi office boy di sebuah perusahaan swasta, Pramono selalu memanfaatkan,waktu luangnya dengan belajar komputer. Bukan bermain bermain game seperti kebanyakan orang. Sebab dia tahu, dengan menguasai keterampilan itu kariernya bisa naik dan gajinya juga akan lebih besar.

Pramono benar, karena kariernya terus meningkat hingga akhirnya diangkat menjadi supervisor. Meski jabatannya cukup tinggi tapi dia terus tertantang untuk meningkatkan taraf hidupnya. Cita-citanya cuma satu, bagaimana caranya lebih membahagiakan orang-orang yang dicintai, keluarga dan orangtuanya.

Akhirnya, tahun 2001 dia keluar dart perusahaan tersebut dan memulai usaha dengan berjualan gorengan keliling di seputar,wilayah Pancoran, Jakarta Selatan. Langkahnya rada ekstrem. Sebab, bagi Pramono, untuk memulai usaha tidak perlu banyak berpikir, apalagi menghitung rugi laba. Yang terpenting adalah melakukan action.

“Banyak saudara saya yang tidak terima dengan keputusan itu. Apalagi pada awal-awal berdagang, omzetnya baru Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per hari,” ujarnya.

Meski menghadapi banyak tantangan, Pramono tidak mau mundur. Sampai akhirnya dia mendapat lapak kosong di seberang Universitas Sahid. Dengan modal Rp 500.000 untuk membeli gerobak dan peralatan lainnya, termasuk ayam lima ekor, Pramono membuka lembaran barunya dengan menjual ayam bakar. Namun karena belum mahir mendorong gerobak, pernah suatu ketika ayam dagangan jatuh ke pasir. Terpaksa ayam tersebut harus dibersihkan dulu.



“Kalau orang lain mungkin sudah mikir macam-macam. Wah ini tanda sepi, nggak laku, karena baru mau jualan ayamnya sudah jatuh, sial. Namun, kalau saya justru berpikir lain. Wah, ini pertanda bagus, dagangan saya bakal laku. Sebab, saya menggunakan otak kanan. Selalu optimis dan percaya dirt,” tegas Pramono.

Terlepas dart peristiwa itu, beberapa tahun kemudian usaha Ayam Bakar Mas Mono berkembang pesat. Dia mempunyai 13 cabang dan dalam satu hari bisa menjual 1.000 ekor ayam. “Sampai sekarang saya merasa seperti mimpi. Kok bisa ya,” kata Pramono.
pasang iklan banner

Ada Ular di Mobil Mewah Maia Estianty

Musisi Maia Estianty terkejut, saat menemukan ular dalam mobil mewahnya. Maia juga heran bagaimana ular itu bisa masuk ke mobil kesayangannya, sementara semua pintu terkunci.



Meski demikian, Maia tak ingin berpikir negatif dengan kejadian tersebut. Ibu tiga anak ini justru memajang ular yang masih menempel di mobil berwarna hitam tersebut.

Maia memasang foto tersebut dalam akun Instagram pribadinya. Maia juga mengungkapkan rasa terkejutnya di sosial media tersebut.

"Nemu ULAR di pojokan bagasi mobil kesayanganku yg sedang tertutup, bagaimana cara masuknya ya?" tulis Maia dalam akun Instagram.

Pentolan Duo Maia ini pun merasa bersyukur, karena saat itu ia tak berada dalam mobil tersebut. "wow...untung nggak sedang naik tuh mobil," ungkapnya.

Ular itu berwarna kuning keemasan. Dan sangat panjang. Kabar itu membuat sejumlah pengikut Maia di Instagram khawatir. Mereka pun berharap Maia dan ketiga putranya tetap hati-hati.

Meski sempat terkejut, Maia tak menanggapi hal itu dengan serius. Ia berusaha santai. Hal itu diperlihatkan Maia dengan menggunggah fotonya bersama ular yang berbeda.
pasang iklan banner

Ikan Kecil Yang Berharga Lebih Dari 100 Juta Rupiah

Jika di lihat dari bentuk tubuh serta warna yang ada pada tubuh ikan kecil yang biasa akrab di sapa Ikan Cupang / Ikan Aduan atau jika dalam bahasa Spanyol ikan ini bernama Betta Fish tentu anda akan tersenyum karena melihat betapa indahnya ikan ini.



Warnanya yang unik dan beraneka ragam sepertinya yang membuat ikan ini menjadi mahal, banyak para pecinta binatang atau collektor binatang ingin memiliki Ikan Betta yang memiliki corak warna yang berbeda dari pada yang lain.

Jenis Ikan Cupang ini pun beraneka ragam ada yang berwarna seperti tentara Indonesia ada yang berwarna merah dan kuning, bahkan bukan hanya warna saja yang berbeda bentuk sirip dan besar Ikan Cupang ini juga berbeda - beda tergantung dari jenis ketur*nannya.

Biasanya untuk model Ikan Cupang yang besar dan memiliki banyak warna pada sirip dan tubuhnya itu yang paling berharga mahal bahkan saya pernah datang langsung ke Gallery Ikan Cupang jenis Ikan Cupang yang seperti itu harganya berkisar sekitar 125 Juta Rupiah. Hmmm bayangkan jika kita beli Ikan Cupang dengan harga semahal itu tentu sayang sekali untuk di adu bukan.

Selain warnanya Ikan Cupang ini juga bisa menghibur manusia dengan cara mengadunya dengan di hadapkan oleh cupang yang satunya dalam suatu tempat akuarium kecil.

Namun tidak semua Ikan Cupang ini harganya mahal jika kita melihat di pasar - pasar Ikan. Ikan Cupang ini biasanya di bandrol oleh penjual ikan sekitar 10Ribu sampai 25Ribu tergantung dari jenisnya yang membedakan harganya.

Sedikit Tips Jika Membeli Ikan Cupang Tujuannya Jangan Untuk Di Adu Ya, Kasian Ikan Cupang Kan Juga Makhluk Hidup Yang Berhak Mendapatkan Kehidupan Yang Bebas.

"Jika Anda Suka Anda Beli Saja Dan Kita Rawat Dengan Baik".
pasang iklan banner

Kuil Unik Terbuat dari Jutaan Botol Bir Bekas

Wat Pa Maha Chedi Kaew adalah kuil Buddha yang terletak di distrik Han Khun, provinsi Sisaket, Thailand. Kuil ini memiliki arsitektur unik, hampir keseluruhan kompleks terbuat dari botol bir bekas.



Dilaporkan situs Atlas Obscura, bangunan kuil, krem*torium, menara air, ruang tidur, ruang sembahyang, bungalo, atap, hingga t*ilet dibuat dari botol bekas bir berwarna cokelat dan hijau.

Pembangunan kuil ini dimulai pada tahun 1984 oleh para biarawan. Karena banyaknya sampah yang berceceran di area sekitar kuil, para biarawan kemudian mengadakan program '100 botol bir di dinding' untuk upaya daur ulang. Penduduk setempat diminta mengumpulkan 100 botol bekas bir untuk kemudian dipasang di dinding kuil.

Ternyata botol sumbangan warga terkumpul hingga 1,5 juta buah. Akhirnya botol-botol tersebut ditanam di dinding bagian luar kompleks kuil. Jumlah botol sumbangan yang terus bertambah membuat nyaris seluruh kompleks tertutup botol, hingga akhirnya nama 'kuil botol bir' dan 'kuil jutaan botol' melekat pada kuil tersebut.

Hingga sekarang, warga setempat masih menyumbangkan botol bekas dan para biarawan berniat untuk meneruskan program daur ulang mereka yang unik. Tak hanya botol yang dipakai. Para biarawan juga menggunakan tutup botol untuk membuat mosaik dan desain Buddha yang menghiasi bagian dalam bangunan.












pasang iklan banner

Pemain Tenis Wanita Rusia Paling Menarik

6 pemain tenis top dunia asal Rusia yang paling cantik sepengetahuan kita semua.

1. Anna Kournikova





2. Maria Sharapova





3. Elena Dementieva





4. Maria Kirilenko





5. Anastasia Myskina



6. Ana Ivanovic


pasang iklan banner

Bule-Bule dengan Pekerjaan Tak Lazim di Indonesia

Indonesia dikenal kaya akan keindahan alam dan budaya. Tak heran jika selama ini banyak dilirik para wisatawan mancanegara bahkan tak sedikit dari para warga asing yang ingin mengadu nasib bahkan menetap lama di Indonesia.

Namun, kelima ekspatriat (bule) di bawah ini mempunyai cara yang unik cenderung tidak lazim yang mereka lakukan selama berada di Indonesia. Alasan mereka untuk tinggal di Indonesia karena untuk mencari uang serta mengais rejeki bahkan beberapa diantaranya karena mengaku cinta pada tanah air.

Jika dirunut dari asal mereka, Indonesia tidak lebih maju dari negaranya. Namun, menariknya kelima ekspatriat ini rela memilih pekerjaan yang tidak lazim bagi seorang warga asing. Kegigihan dan perjuangan kelima pria ini patut dicontoh

1. Sergei Litvinov, Penjual Es Jus di Solo



Pria asal rusia harus bertahan hidup dengan mencari uang sebagai pedagang es jus di salah satu sudut Kota Solo. Sergei bukan pria asing biasa yang datang ke Indonesia. Ia merupakan pemain sepakbola profesional yang bergabung di PSLS Lhokseumawe dan berlaga di kompetisi Indonesia Premier League sejak 2013. Sialnya selama membela PSLS mulai dari Maret hingga Desember 2013, ia belum menerima gaji. Sebelumnya, Sergei pernah memperkuat tim Solo FC do Indonesia Premier League pada tahun 2011.

Piutang Sergei pada PSLS Lhokseumawe mencapai Rp 124 juta. Tak ada kejelasan kapan kesebelasan itu akan membayarnya. Tanpa gaji, Sergei kesulitan makan, dan tidak bisa pulang ke kampung halamannya karena terpentok biaya bahkan kini ia juga pusing karena sang istri meminta cerai.

Kini Sergei kembali ke kota Solo dan tak lagi merumput. Selain tak punya pekerjaan, Sergei juga tak membawa uang sebab gajinya selama membela PSLS belum juga cair. Untuk bertahan hidup, Sergei melakukan pekerjaan serabutan termasuk berjualan jus di kedai jus. Selain itu, ia ikut membuat kanopi untuk rumah di kawasan Banyuanyar.

Ia mengaku membutuhkan uang sebesar Rp20 juta untuk bisa pulang ke Rusia. Selama ini mengaku kesulitan mengumpulkan uang karena digunakan untuk keperluan hidup sehari-hari.

2. Fabrizio Urzo, Pedagang Gorengan di Surabaya


Gorengan sudah menjadi makanan ringan yang tak asing bagi lidah orang Indonesia, namun ada yang berbeda dengan gorengan yang berada di Jalan Manyar, Kertoarjo, Surabaya. Gorengan yang biasa dijual oleh orang pribumi kini diracik oleh pria asal Italia bernama Fabrizio Urzo.

Demi mengais rejeki di negara orang, Fabrizio memilih menjual gorengan di pinggir jalan utama di Kota Kertoardjo ini karena di wilayah tersebut ramai dilewati kendaraan melintas.

Pria asal Italia ini sudah 10 tahun tinggal di Indonesia. Siapa sangka dulunya ia bekerja sebagai General Manager salah satu restoran Italia di jalan Imam Bonjol, Surabaya. Namun sejak awal 2014, dirinya memutuskan berhenti bekerja meski posisi pekerjaannya sudah tinggi, ia lebih memilih berwirausaha sendiri dengan berdagang gorengan.

Gorengan yang ia jual bermacam-macam dan terhitung harganya cukup terjangkau. Terbukti, gorengan milik Fabrizio selalu ramai dikunjungi para pembeli. Selain membeli gorengan, pembeli juga dapat menikmati kopi robusta yang bisa dipesan selagi menunggu gorengan matang. Maklum, gorengan bikinan Fabrizio cepat sekali habis. Meski memiliki riwayat sebagai bos restoran, Fabrizio tidak merasa malu jika sekarang profesinya adalah seorang pedagang gorengan.

3. Glen, Penjual Burger dan Donat di Purwokerto


Burger dan Donat dikenal sebagai makanan ringan khas orang barat, namuna, bagaimana jadinya jika yang berjualan burger dan donat di pasar tradisional benar-benar orang barat? Hal itu yang terjadi di Purwokerto, Jawa Tengah.

Demi memenuhi biaya berobat istrinya, Purwita yang terserang penyakit kanker serviks, pria asal Amerika Serikat ini rela berjualan burger dan donat bikinan sendiri yang berlokasi di pinggir pasar. Hal ini juga sebagai wujud cinta kasihnya terhadap istri yang dicintainya.

Glen tinggal di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas, harus berjualan burger dan kue donat setiap hari. Glen memang harus bekerja keras membantu istrinya berjualan burger dan donat demi mengumpulkan uang untuk berobat.

Sejak istrinya divonis mengidap kanker serviks, Glen bertambah giat dan semangat untuk berjualan. Sebelumnya Glen bekerja sebagai tenaga pendidik di salah satu lembaga pendidikan swasta. Namun kini dia harus bekerja sebagai pedagang burger dan donat.

Glen juga dibantu salah satu anaknya, Jasmine. Glen dan Purwita berjualan burger dan donat sejak pukul 16.00-20.00 WIB. Untuk burger mereka menjualnya mulai harga Rp7.500-Rp10 ribu. Sedangkan untuk donat mereka menjualnya dengan harga Rp2.500-Rp3.500.

Yang unik, Glen berjualan burger dan donat ini sambil memasang papan bertuliskan 'Jual Burger dan Donat, Mohon Doakan Istriku yang Sakit'.

4. Andre Graff, Penggali Sumur di Sumba Barat


Pria bernama Andre Graff, seorang warga Prancis, memilih meninggalkan segala kemapanan hidup di negerinya untuk mengembara dan menetap di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Ini demi menjalani kehidupan sebagai tukang penggali sumur bagi warga yang hidupnya terdera kekeringan berkepanjangan.

Pria yang akrab disapa Andre ‘Sumur’ ini menjadi salah satu ‘pahlawan’ bagi warga di tempat tinggalnya, Lamboya, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur karena perjuangannya mengadakan sumur gali bagi warga Sumba dan Sabu Raijua.

Keputusan pergi dari Prancis dan akhirnya tinggal di bawah langit Sumba Barat, menurut Graff, memiliki rentetan kisah sejarah tersendiri.

Graff berlatar belakang seorang pilot balon udara. Selama puluhan tahun ia juga memimpin perusahaan balon udara di Perancis untuk pariwisata. Dia suka menerbangkan balon udara melewati Pegunungan Alpen.

Graff dan beberapa temannya memilih berlibur ke Bali. Setiba di Pulau Dewata dan melewatkan hari-hari dalam atmosfir budaya serta alam lingkungan yang eksotis, mereka menyewa sebuah kapal dan melakukan perjalanan wisata hingga ke kepulauan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepulauan Riung, Sabu Raijua, Sumba, dan Lembata, menjadi persinggahan wisata Andre dan teman-temannya.

Tertarik dengan kehidupan penduduk lokal, Andre langsung memutuskan tinggal sejenak untuk mengabadikan aktivitas keseharian warga dalam menjalankan roda kehidupan menggunakan kamera. Namun sejak Juni 2005, ketika dia singgah di Sabu Raijua dan menetap di kampung adat Ledetadu. Ia melihat bahwa warga di kampung tersebut kesulitan air bersih. Setiap hari mereka harus berjalan 2 kilometer untuk mengambil air sumur di dataran rendah. Ia pun merasa prihatin, lalu bertemu dengan Pastor Frans Lakner, SJ yang sudah 40 tahun mengabdi di Sabu. Dia mengajari saya bagaimana mencari air tanah, menggali sumur, dan membuat gorong-gorong dari beton agar air tak terkontaminasi lumpur. Gorong-gorong itu bertahan sampai bertahun-tahun kemudian.

Berkat air sumur, warga bisa menanam sayur, jagung, buah, dan umbi-umbian di sekitar rumah. Mereka bisa menjual hasil kebunnya ke pasar untuk membeli beras dan kebutuhan lain. Akhir 2007, ia memutuskan pindah ke Lamboya, Sumba Barat, setelah warga Sabu Raijua bisa membuat sumur sendiri. Ia tinggal dengan Rato (Kepala Suku) Kampung Waru Wora, Desa Patijala Bawa, Lamboya. Di sini, ia membentuk kelompok pemuda beranggota sembilan orang untuk membuat gorong-gorong yang disebut GGWW (Gorong-gorong Waru Wora).

Selain pembuatan sumur, Andre juga berkeinginan membuat filtrasi air di Lamboya, agar masyarakat bisa langsung menikmati air sumur tanpa memasaknya lebih dulu. Selain hemat waktu, adanya filtrasi juga mengurangi kerusakan dan pencemaran lingkungan karena masyarakat tidak terlalu banyak masak menggunakan kayu bakar.

Andre berharap pemerintah memiliki kepedulian terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan terhadap masyarakat, agar selanjutnya bisa saling berkolaborasi ketika melakukan program kegiatan. Salut!

5. Gavin Birch, Pemungut Sampah di Lombok


Sama halnya dengan Andre Graff, hal luar biasa juga dilakukan oleh Gavin Birch, pria asal Perth, Australia. Selama 24 tahun, dia bekerja membersihkan sampah di Pantai Senggigi, Lombok Barat tanpa pamrih.

Bahkan, lelaki berusia lebih dari 70 tahun ini telah berganti nama menjadi Khusen Abdullah. Kini ia dikenal sebagai turis pemulung di daerah Senggigi.

Meski warga Lombok menyebut dirinya sebagai bule gila karena pekerjaannya yang bergumul dengan sampah, tapi Khusen tidak peduli dengan penilaian orang. Yang jelas, dia yakin dengan perjuangannya untuk mengajak orang hidup bersih.

Khusen pertama kali menginjakkan kakinya di Pulau Lombok pada tahun 1986 sebagai turis. Niatnya untuk berlibur dan menikmati keindahan alam di Lombok berujung kekecewaan karena yang dilihatnya bukan pantai biru nan indah, namun tumpukan sampah. Bahkan di Pantai Ampenan, yang menyimpan potensi wisata, penuh dengan kotoran manusia.

Namun, Khusen tak langsung beranjak dan pergi menjauh. Dia mengaku yakin pantai yang disinggahinya saat itu akan berubah menjadi indah jika masyarakat peduli kebersihan. Sejak itu lah Khusein bergerak sendiri, memungut sampah di sekitar pantai dan mengumpulkannya. Tindakannya menarik perhatian.

Berpredikat sebagai 'turis gila' atau 'pemulung' tidak membuat Khusen menjadi rendah diri. Meski, di negeri asalnya dia adalah pengusaha rumah makan di Perth dan Dampier Broome, Australia. Saat itu Khusein juga memiliki rumah singgah di Bali yang dibeli atas nama istri pertamanya, yang asli Jakarta.

Khusen tak sekedar memungut sampah. Dia mengolahnya. Khusen memiliki teknik tersendiri untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Sedangkan limbah plastik yang dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur yang dibelinya dengan dana sendiri.

Program lingkungan bersih yang diterapkannya di Indonesia merupakan program yang diadopsi dari gerakan bersih di Australia yang dikenal sebagai 'Keep Australia Beautiful'. Tahun 1996 melalui Yayasan Sosial Cinta Lingkungan, Khusein menerapkan programnya di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.

Kini di usia senjanya Khusein dibantu oleh seorang pemuda bernama Edi Bakin yang mulai bergerak di kampung-kampung untuk mengangkuti sampah dari perkampungan. Kini sepanjang pantai yang berada disekitar tempat tinggal Khusein di Senggigi tampak bersih dari sampah, baik dedaunan apalagi sampah plastik.
pasang iklan banner

Foto Selebriti Yang Mirip Tokoh Jaman Dulu

A.A. Milne - Peter Greene:


Andrew Jackson - John Kerry:


Andrew Jackson - Ted Danson:


Dizzy Dean - Elliot Spitzer:


Cole Porter - Jack Dorsey:


Cary Grant - George Clooney:


Anthony Quinn - Michael McDonald:


Andrew Johnson - Tommy Lee Jones:


Betty Shabazz - Serena Williams:


Billy Preston - Craig Robinson:


Branch Rickey - John Goodma:


Charles Lamb - Michael Phelps:


Che Guevara - George Clooney:


David Ben-Gurion - John Leguizamo:


David Bowie - Tilda Swinton:


Elliott Gould - Anthony Bourdain:


George S. Patton - Donald Trump:


George Washington - Michael Douglas:


Ginger Rogers - Christina Aguilera:


H.G. Wells - William Daniels:


Henry Ford - Steve Martin:


Hermann Rorschach - Brad Pitt:


Jackie Robinson - Derek Luke:


John Steinbeck - Paul Walker:


Josephine Baker - Susan Rice:


King Philip IV of Spain - Mark Zuckerberg:


Linda Ronstadt - Selena Gomez:


Louis Brandeis - John Slattery:


Millard Fillmore - Alec Baldwin:


Louis XII - Vladimir Putin:


Neville Chamberlain - Chris Noth:


Oscar Wilde - Hugh Grant:


Thomas Gainsborough - Daryl Sabara:


Thomas Jefferson - Michael Bolton:


Ulysses S. Grant - Michael Fassbender:


Victor Hugo - Chris Cooper:


Victoriano Huerta - Frank Langella (:


Wild Bill Hickok - Anthony Weiner:


William Howard Taft - Kathy Bates:


William Lloyd Garrison - Larry David:


Woody Guthrie - Luke Perry:


Zora Neale Hurston - Queen Latifah:


pasang iklan banner
 
InnOnet © Copyright 2011-2014 Notifikasiku. All Rights Reserved.
Bloggers.com Kisah Unik Dibalik Berita Kisah Unik Dibalik Berita blog search directory
blog linksLocal blog Kisah Unik Dibalik Beritablog directory